Restrukturisasi Kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana bersama dengan industri, alumni dan pengguna lulusan
Workshop dibuka secara resmi oleh (Dekan), setelah sebelumnya diawali dengan sambutan pembukaan dari WD 1 FT (Bapak Prof. Dr. Agus Wiyono, M.T.).
Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas
pelaksanaan restrukturisasi kurikulum ini. Penekanan utama diarahkan agar
kurikulum selalu update dan relevan
dengan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders),
baik dari pihak Industri, SMK, maupun masyarakat luas.
Restrukturisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek kurikulum
semata, melainkan juga harus dibersamai dengan perangkat peningkatan
keterampilan (upskill) serta didukung
penuh oleh penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Terdapat usulan
konkret agar sarana prasarana disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan
pembaruan kurikulum, termasuk melakukan pembaruan (upgrade) pada peralatan laboratorium di lapangan.
PAPARAN MATERI NARASUMBER
Ibu Mariana memaparkan kondisi nyata serta
kebutuhan dari sudut pandang institusi SMK, yang meliputi:
·
Profil Lulusan SMK: Lulusan SMK
dipersiapkan untuk tiga jalur utama pasca-kelulusan (BMW): Wirausaha,
Melanjutkan Studi, atau Bekerja.
·
Implementasi Kurikulum Merdeka: Saat ini
SMK telah menerapkan Kurikulum Merdeka yang ditandai dengan pemetaan
elemen-elemen kompetensi serta penerapan proses pelatihan berbasis pembelajaran
mendalam (deep learning).
·
Konsentrasi Keahlian Fase E (Kelas X): Mata
pelajaran 'Dasar-Dasar Busana' pada Fase E terdiri dari 2 Capaian Pembelajaran
(CP).
·
Konsentrasi Keahlian Fase F (Kelas XI & XII): Terdiri dari 5 Capaian Pembelajaran (CP) dengan strategi
pembelajaran menggunakan penugasan berbasis proyek (Project-Based Learning)
untuk memicu kreativitas, inovasi, serta kemampuan memproduksi produk nyata.
· Mata Pelajaran PKWU & Pilihan: Mata pelajaran Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan (PKWU) diarahkan menjadi Kreativitas dan Inovasi/Produk Kreatif dan Kewirausahaan (KIK/PKK). Terdapat juga ruang kolaborasi antara mata pelajaran pilihan dengan KIK.
Berdasarkan dinamika di lapangan, kebutuhan
kompetensi mutakhir bagi lulusan SMK difokuskan pada dua aspek utama:
·
Keterampilan Teknis dan Digital: Termasuk
penguasaan teknologi penunjang industri busana masa kini.
· Wawasan Industri, Kewirausahaan, dan Soft Skills: Menumbuhkan mentalitas kerja dan pemahaman bisnis yang kuat.
Berdasarkan pengalaman mahasiswa yang melakukan PLP di SMK, terdapat
beberapa catatan evaluasi penting mengenai kompetensi pedagogik, kepribadian,
sosial, dan profesional mahasiswa:
·
Kompetensi Pedagogik: Mahasiswa
memerlukan pembaruan (update) berkelanjutan mengenai perkembangan kurikulum
yang diterapkan di SMK. Selain itu, aspek penguasaan kelas dan kemampuan
pengelolaan kelas (classroom management) dirasa masih kurang optimal.
·
Kompetensi Kepribadian: Mahasiswa
praktikan dinilai masih membutuhkan pendampingan yang intensif dan arahan
langsung dari Guru Pamong selama proses PLP berlangsung.
·
Kompetensi Sosial: Aspek keterampilan
berkomunikasi mahasiswa, baik dengan siswa maupun rekan sejawat di lingkungan
sekolah, dinilai masih perlu ditingkatkan.
·
Kompetensi Profesional: Dalam ranah
digital, penguasaan mahasiswa secara umum sudah tergolong cakap, mumpuni, dan
siap bersaing.

